Sukoharjo, 7 Juli 2025 — Program Studi D3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta melaksanakan Rapat Koordinasi Implementasi Projek Problem Based Learning (PBL) dan Pelaksanaan Pengabdian Riset Dosen bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukoharjo, pada Senin, 7 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi vokasi dengan instansi pemerintah daerah dalam rangka penguatan implementasi kurikulum berbasis PBL sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Tim Dosen PRDI D3 Teknik Informatika SV UNS, mahasiswa, serta jajaran struktural dan fungsional di Disdukcapil Kabupaten Sukoharjo. Dalam sambutannya, Kabid. PIAK Disdukcapil Sukoharjo, Bapak Subroto, S.Sos., M.Hum. menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung transformasi digital layanan administrasi kependudukan.
“Kami menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk kolaborasi mutualisme. Dinas terbantu dalam penguatan inovasi pelayanan, sementara mahasiswa dan dosen memperoleh media praktik serta penerapan keilmuan yang kontekstual,” ujarnya.
Ketua Tim Dosen PRDI, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari agenda riset dan pengabdian yang dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. Fokus pengabdian meliputi:
Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam Projek PBL akan mengembangkan prototype solusi digital yang sesuai dengan permasalahan aktual di lingkungan Disdukcapil, di bawah supervisi dosen pembimbing dan fasilitasi langsung oleh pihak dinas.
Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta integrasi yang solid antara riset dosen, aktivitas pembelajaran mahasiswa, dan penguatan layanan publik, khususnya dalam upaya mendorong tata kelola administrasi kependudukan yang lebih efektif dan berbasis teknologi informasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi model kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan pemerintah daerah yang dapat direplikasi untuk penguatan kapasitas kelembagaan dan SDM di tingkat lokal.