Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Administrasi Kependudukan (Adminduk) Tahun 2025 di Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center, Yogyakarta.
Mengusung tema “Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan”, kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Rakor dibuka oleh Kepala Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Bapak Tri Harso Widirahmanto, S.H., yang menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Dinas Dukcapil di seluruh Jawa Tengah pada semester I Tahun 2025.
“Kinerja pelayanan Adminduk di Jawa Tengah sudah sangat baik. Hampir seluruh daerah telah mampu melayani masyarakat hingga tingkat desa. Ke depan, mari kita wujudkan pelayanan Nol Kilometer, Nol Rupiah, agar layanan semakin dekat dan gratis bagi masyarakat,” ujar Tri Harso.
Beliau juga menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antardaerah, agar seluruh jajaran Dukcapil terus saling belajar dan memperkuat sinergi pelayanan publik.
Rakor menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu:
Alexander Priyasma, S.I.P dari Dinas PMK Dukcapil DIY, dan
Drs. Arifin, M. Laws dari Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman.
Kegiatan dipandu oleh Nur Kholis, SE., M.Si, Sekretaris Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah.
Dalam paparannya, Alexander menjelaskan berbagai langkah strategis Pemda DIY dalam penyelenggaraan Adminduk, seperti:
✅ Kerja sama dengan 26 mitra swasta untuk memberikan insentif bagi pemegang KIA,
✅ Optimalisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam layanan publik, dan
✅ Pelayanan langsung seperti perekaman biometrik bagi penduduk rentan, aktivasi IKD, serta layanan data di sekolah dan fasilitas publik.
Sementara itu, Drs. Arifin memperkenalkan berbagai inovasi layanan Adminduk Kabupaten Sleman yang menjadi inspirasi bagi daerah lain, di antaranya:
🌸 Jelita Jiwa – layanan jemput bola bagi lansia, disabilitas, dan ODGJ;
🌸 Lukadesi – akta kematian yang diserahkan di hari pemakaman;
🌸 Posyanduk – layanan akta kelahiran dan kematian melalui pos pelayanan kesehatan;
🌸 Sisir Adminduk – kegiatan rutin sosialisasi dan perekaman data di 17 kecamatan;
🌸 Yanduk Daring – layanan online dokumen kependudukan;
🌸 serta SIGO Dukcapil, sistem geospasial untuk data Adminduk dan pencatatan sipil.
Melalui forum ini, seluruh peserta berdiskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai strategi peningkatan kualitas layanan Adminduk. Diharapkan, berbagai inovasi dari DIY dan Sleman dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.